Home

Rasio fenotipe f2 hasil persilangan monohibrid intermediet adalah

Biologi Kelas 12 Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

  1. an ataupun resesif. Perhatikan contoh di bawah ini! Persilangan antara bunga mawar merah (MM) dengan bunga mawar putih (mm) dengan M dan m sama-sama merupakan gen do
  2. Persilangan monohibrid adalah perkawinan yang menghasilkan pewarisan satu karakter dengan dua sifat beda. Misalnya warna bunga adalah karakter tanaman yang diamati. Jadi rasio fenotipe yang diperoleh adalah 9 : 3 : 3 : 1 2. Hasil keturunan untuk persilangan dihibrid pada keseluruhan adalah seperti pada gambar Figure 2 dan Figur 3 adalah.
  3. an-Resesif Ketika Mendel menyilangkan tanaman kapri (Pisum sativum) galur murni berbiji bulat bergenotip BB dengan tanaman ercis berbiji kerut bergenotip bb, ternyata semua keturunannya (F1) adalah tanaman ercis berbiji bulat (Bb).Selanjutnya Mendel menyilangkan tanaman F1 dengan sesamanya ternyata hasil dari persilangan tersebut diperoleh perbandingan.

Persilangan monohibrid dominan adalah persilangan dua individu sejenis yang memerhatikan satu sifat beda dengan gen-gen yang dominan. Sifat dominan dapat dilihat secara mudah, yaitu sifat yang lebih banyak muncul pada keturunan dari pada sifat lainnya yang sealel.Persilangan monohibrid sudah diteliti oleh Mendel.Dari hasil penelitiannya dengan tanaman kacang kapri.Jika tumbuhan berbatang. Persilangan Lebih dari Dua Sifat Beda Kemungkinan genotipe dan fenotipe pada F2 dalam persilangan monohibrid gamet yang terbentuk pada F1 ada 2 macam dan fenotipenya ada 2 macam dengan perbandingan 3 : 1. Pada perbandingan dihibrida gamet yang terbentuk pada F1 sebanyak 4 macam dan fenotipe sebanyak 4 macam dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1 Pewarisan Sifat : Persilangan Monohibrid, Intermediet, dan Dihibrid Dilengkapi Contohnya. Alasan Mendel menggunakan tanaman tersebut adalah mudah dalam melakukan penyerbukan silang, mudah didapat, mudah hidup atau dipelihara, berumur pendek, cepat berbuah, dapat terjadi penyerbukan sendiri, dan banyak jenis yang memiliki sifat yang mencolok

Rasio Fenotip: Persilangan monohibrida menghasilkan rasio fenotipe 3:1 pada generasi F2. Persilangan dihibrida menghasilkan rasio fenotipe 9:3:3:1 pada generasi F2. Rasio Genotip: Persilangan monohibrid menghasilkan rasio genotipe 1:2:2:1 pada generasi F2. Persilangan dihibrida menghasilkan rasio genotipe 1:2:1:2:4:2:1:2:1 pada generasi F2 Seperti pada persilangan dihibrid, tanaman generasi F1 yang diproduksi dari persilangan monohibrid adalah heterozigot dan hanya fenotip dominan yang diamati. Rasio fenotipik dari generasi F2 yang dihasilkan adalah 3: 1. Sekitar 3/4 menunjukkan fenotip dominan dan 1/4 menunjukkan fenotip resesif

Dehana: Persilangan Monohibrida dan Dihibrid

Genotip Dan Fenotip : Pengertian, Faktor, Persilangan dan Contoh adalah Fenotipe adalah suatu karakteristik baik struktural, biokimiawi, fisiologis, dan perilaku sedangkan Genotip genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populas Hukum Mendel II ini juga tidak berlaku untuk persilangan monohibrid. 1.2 Tujuan. Tujuan dari praktikum ini adalah : Menentukan genotip dan fenotip melalui model tiruan persilangan monohibrid dan dihibrid. Hasil Uji Chi Square (X 2) dari data yang diperoleh melalui model tiruan persilangan monohibrid dan dihibrid. II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan memperhatikan satu sifat beda. Hasil persilangan tersebut mempunyai dua kemungkinan sebagai berikut. 1) Fenotipe F2 : Biji bulat dan berwarna kuning, biji bulat berwarna hijau, biji keriput berwarna kuning, biji keriput berwarna hijau.. Dalam kondisi normal, persilangan monohibrida menghasilkan perbandingan individu keturunan 3 : 1 atau 1 : 2 : 1, dan persilangan dihibrida menghasilkan individu keturunan 9 : 3 : 3 : 1. Pada kenyataan di lapangan, seringkali hasil persilangan Mendel dapat menghasilkan perbandingan individu yang tidak tepat. Pada persilangan dihibrida, dapat dihasilkan perbandingan yang merupakan variasi dar Persilangan dihibrid adalah persilangan antara individu untuk 2 gen yang berbeda. Eksperimen Mendel dengan bentuk biji dan warna ercis adalah sebuah contoh dari persilangan dihibrid. Metode Punnett kuadrat menentukan rasio fenotipe dan genotipenya. Metode ini pada dasarnya sama dengan persilangan monohibrid

Dengan demikian perbandingan fenotipe F2 pada persilangan dihibrid tersebut adalah bulat kuning: bulat hijau: keriput kuning : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1. Jika dari persilangan tersebut dihasilkan 1600 keturunan, maka kemungkinan diperoleh ercis berbiji bulat warna kuning ialah: 9/16 × 1600 = 900 pohon Hukum Mendel adalah hukum tentang pewarisan sifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel. Hukum Mendel terbagi menjadi dua yaitu Hukum Mendel I, dan Hukum Mendel I 1. Hukum Pertama Mendel : Persilangan Monohibrida Hukum I Mendel menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi (pemisahan) alel - alel suatu gen secara bebas dari diploid menjadi haploid Rasio fenotip F1 100% fenotip intermediet, sedangkan pada F2, rasio fenotip adalah 1 : 2 : 1 (dominan : intermediet : resesif). b. Persilangan dihibrid ( persilangan dengan dua sifat beda) Secara umum, perkawinan atau persilangan alamiah melibatkan seluruh karakter yang dimiliki oleh kedua tetua. Oleh sebab itu, persilangan dua individu dengan.

Pengertian Monohibrid. Monohibrid merupakan sebuah persilangan dengan memiliki sebuah karakteristik yang berbeda sehingga dapat menghitung beberpaa fitur yang akan di hubungkan dengan memilih dari suatu sifat yang berbeda.. Dalam sebuah persilangan monohibrid yang di kemukakan dalam hukum Mendel adalah sebuah persilangan yang dominan yang berpasangan pada saat pembentukan gen gamet kedua. Maka perbandingan fenotipe F2 adalah sapi bulu merah : sapi bulu kekuning-kuningan : sapi bulu putih = 1 : 2 : 1. Sedangkan perbandingan genotipenya = RR : Rr : rr = 1 : 2 : 1. Pengertian Persilangan Dihibrid Persilangan dihibrid ialah persilangan dengan dua sifat beda. Contohnya hasil percobaan Mendel pada biji tanaman ercis GENETIKA (PERSILANGAN MONOHIBRID DAN DIHIBRID) Tujuan : Mengetahui hasil persilangan monohibrid Mengetahui hasil persilangan dihibrid Dasar teori : Genetika adalah cabang biologi tentang sifat-sifat yang menurun (hereditas) dan variasinya.Unit-unit hereditas yang dipindahkan dari satu generasi berikutnya disebut gen. Gen-gen itu berada didalam sesuatu molekul panjang yang disebut DNA ( WD. Jadi, pada persilangan dihibrid dapat disimpulkan bahwa pada F2 diperoleh: a. jumlah kombinasi : 16 macam b. jumlah genotipe : 9 macam c. jumlah fenotipe : 4 macam d. rasio perbandingan fenotipe antara biji bulat - kuning : biji bulat - hijau : biji keriput - kuning : biji keriput - hijau adalah 9 : 3 : 3 : 1. 3. Perkembangan dengan.

Persilangan monohibrida adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda. Percobaan ini akan diujikan pada lalat Drosophila dengan maksud untuk membuktikan Hukum Mendel I. Pada kasus dominant penuh, keturunan yang didapat pada F 2 akan menunjukkan perbandingan fenotip dominan dan resesif 3 : 1 atau perbandingan genotip 1 : 2 : 1 Fenotipe adalah sifat menurun yang nampak dari luar. Contoh buah besar, buah kecil, rasa manis, rasa masam, batang tingg, batang rendah. Gamet adalah sel kelamin dan berasal dari genotip, gamet berupa kombinasi huruf-huruf pada genotipe. Dominan adalah sifat-sifat gen yang selalu nampak atau muncul, disimbolkan dengan huruf besar Persilangan ini bersifat resiprokal, artinya penggunaan individu jantan dan betina dengan satu tanda beda tertentu dapat sesuka hati tanpa ada pengaruhnya dalam rasio fenotip generasi kedua (F2). Mendel melakukan persilangan monohibrid atau persilangan satu sifat beda, dengan tujuan mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi. Dari hasil persilangan monohibrida sebelumnya, perbandingan fenotip antara marmot rambut hitam dengan albino adalah (1 AA: 2 Aa: 1 aa) atau 3 hitam : 1 albino. 3. Persilangan Monohibrid pada Manusi 1. Monohibrid Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan memperhatikan satu sifat beda. Misalnya persilangan antara rambutan yang berbuah manis dengan rambutan yang berbuah masam, persilangan antara ayam berbulu putih dengan ayam berbuluh hitam, manusia berkulit putih dengan manusia berkulit hitam, dan suami yang bertubuh tinggi dengan istri yang bertubuh rendah

Apa Pengertian Genotipe dan Fenotipe serta perbedaan adalah topik yang kami ulas. Genotipe adalah kode genetik sel-sel suatu organisme, yang menentukan karakteristik individu. Fenotip adalah sifat yang dapat kita amati, baik sebagai Apa itu Apa Pengertian Genotipe dan Fenotipe serta perbedaan dibahas dengan jelas disini semoga bermanfaat LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA PERSILANGAN MONOHIBRID Disusun oleh : ERIK ARIANTO JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2006 TUJUAN Melihat pewarisan satu sifat beda pada keturunan ke-1 (F1) dan keturunan ke-2 (F2). Mengetahui perbandingan fenotip F2 pada persilangan mutan ebony dan normal Drosophyla melanogaster 17. Persilangan antara bunga warna merah dengan bunga warna putih yang keduanya bersifat intermediet akan menghasilkan F2 dengan rasio fenotipe.... a. 75% merah muda, 25% putih b. 25% merah, 50% merah muda, 25% putih c. 50% merah muda, 50% putih d. 25% putih, 50% merah, 25% merah muda 18 Perkawinan antara seorang pria berambut keriting kulit sawo matang (KKSS) dengan seorang wanita berambut lurus kulit kuning langsat (kkss) ternyata semua anaknya berambut keriting kuning langsat. Jika salah satu anaknya yang pria menikahi gadis berambut keriting kulit sawo matang maka hasil persilangan tampak seperti ditunjukkan oleh tabel berikut

Persilangan Monohibrid - Kemdikbu

  1. Squad, pada artikel sebelumnya kamu telah mengetahui tentang persilangan monohibrid yang merupakan penerapan dari Hukum I Mendel dan persilangan dihibrid yang merupakan penerapan dari Hukum II Mendel, kan.Masih ingat kah kamu kalau pada kondisi normal, persilangan monohibrid menghasilkan rasio fenotip yaitu 3 : 1 atau 1 : 2 : 1, sedangkan persilangan dihibrid menghasilkan rasio fenotip yaitu 9.
  2. an penuh dan tidak penuh. Persilangan do
  3. Meskipun hukum Mendel merupakan dasar dari perwarisan sifat, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa banyak gen yang tidak sesuai hukum Mendel. Jika perbandingan dengan fenotipe F2 hasil persilangan monohibrid dan dihibrid berdasarkan hukum Mendel adalah 3:1 dan 9:3:3:1, penelitian lain menghasilkan perbandingan F2 yang berbeda
  4. Free gamified quizzes on every subject that students play in class and at home. Pick an existing quiz or create your own for review, formative assessment, and more
  5. Dari hasil persilangan monohibrida sebelumnya, perbandingan fenotip antara marmot rambut hitam dengan albino adalah (1 AA: 2 Aa: 1 aa) atau 3 hitam : 1 albino. 2. Sifat Intermediet
  6. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang beberapa contoh persilangan yang sesuai dengan prinsip Hukum Mendel, yaitu persilangan Monohibrid, Dihibrid, dan Intermediet. Untuk lebih jelasnya tentang pemahaman konsep masing - masing persilangan di atas, mari kita pelajari ulasan berikut
  7. Demikian pula jika dilakukan pemangkattigaan, maka akan diperoleh ( 3 + 1 ) 3 = 3 3 + 3.3 2.1 1 + 3.3 1.1 2 + 1 3 = 27 + 9 + 9 + 9 + 3 + 3 + 3 + 1, yang merupakan angka-angka pada nisbah hasil persilangan trihibrid. Dengan demikian Fenotipe F 2 adalah mengikuti rumus (a + b) n, dimana a = 3, b = 1 dan n= berapa pasang gen yang dipakai

Pengertian dan Contoh Soal Persilangan Monohibrid Serta Dihibrid.Ilmu waris dipelajari dalam cabang biologi yang disebut genetika. Istilah dalam biologi untuk pewarisan adalah keturunan.Gen dan kromosom adalah elemen yang bertanggung jawab atas pewarisan sifat dari induk ke anak Hasil persilangan berdasarkan hukum Mendel. Ringkasan Materi : Genetika : Monohibrid adalah persilangan dengan sau sifat beda; Dihibrid persilangan dengan dua sifat beda; Sifat fenotip adalah sifat yang tampak. Contoh rambut kriting, bunga sepatu berwarna merah Prosentase dihasilkan anakan berwarna bulat kuning pada F2, adalah 56,25 %. Seperti yang telah dikemukakan oleh W. Bateson dan R.C Punnet bahwa pada suatu persilangan F2, akan menghasilkan sebuah rasio fenotipe 14 : 1 : 1 : 3. Contoh persilangan ini dibuktikan pada sebuah tanaman kacang kapri berbunga ungu dan serbuk sarinya lonjong dengan kacang kapri merah serbuk sarinya bulat 1. Jika seseorang wanita bergolongan darah B menikah dengan seorang pria bergolongan darah B pula, ternyata salah satu anaknya bergolongan darah O. Kemungkinan genotif P adalah. 2. Kambing berbulu abu-abu intermediet disilangkan dengan kambing berbulu putih, bagaimanakah perbandingan fenotipe F2 nya ? 3. Persilangan antara tanaman bunga mawar warna merah bergenotip MM dengan mawar bung

persilangan monohibrid - Blogge

Dengan rasio fenotipnya adalah : CC : hitam Cc : hitam cc : putih F1 seluruhya 100% berwarna hitam, kemudian menghasilkan keturunan kedua atau F2 dengan perbandingan 1:2:1 yaitu 3 berwarna hitam dan 1 berwarna putih. Persilangan monohibrid menghasilkan 4 kombinasi keturunan dengan rasio fenotip 3:1 Perbandingan fenotipe dari hasil percobaan adalah 9 : 3 : 3 : 1 , diperoleh lalat Normal = 41, Dumpy = 17, Curled = 16, Curled Dumpy = 5 , jumlah seluruh lalat yang diamati adalah 81 4. Keturunan F 2 yang paling banyak dihasilkan adalah normal, dan yang paling sedikit adalah curled dumpy Persilangan monohibrid (satu sifat beda) akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = 3 : 1. Sedangkan persilangan dihibrid (dua sifat beda) akan menghasilkan perbandingan fenotip F2 = 9 : 3 : 3 : 1. Namun tidak selamanya perbandingan tersebut berlaku, karena terdapat beberapa penyimpangan yang terjadi pada beberapa organisme Laporan Hasil Praktikum Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Disusun Oleh: Kelompok 1 1. Bagus Ario Pratomo 2. Denson Siburian 3. Menghitung rasio fenotip F2 pada contohpenyilangan monohibrid dan dihibrid. . 3. BAB II 1. Alat dan bahan : I. Monohibrid Alat: 1) 4 buah wadah plastic. Rasio Fenotipe = Merah : Putih Rasio Fenotipe = 17 : 8. Biologi Media Centre - Penyimpangan semu hukum Mendell merupakan bentuk persilangan yang menghasilkan rasio fenotif yang berbeda dengan dasar dihibrid menurut hukum Mendell. Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotif yang diperoleh merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotif hukum Mendel semula.. Macam penyimpangan hukum Mendell adalah sebagai berikut

Persilangan Monohibrid dan Dihibrid - Materi Belaja

  1. Pada persilangan monohibrid mawar merah (MM) dan mawar putih (mm) dihasilkan jumlah keturunan 48 bunga. Jumlah bunga yang berwarna putih adalah . A. 1. B 3. C. 12. D. 36. Kunci jawaban : C. Pembahasan : Perbandingan fenotipe f2 pada persilangan monohibrid = merah : putih = 3 :1 Jumlah keturunan bunga warna putih = 1/4 × 48 = 12 tanaman.
  2. Persilangan trihibrid adalah persilangan dua individu dengan tiga sifat beda. Saya akan memberikan contoh persilangan antara mangga yang Tinggi, Kecil, Manis dengan mangga Pendek, Besar, Asam
  3. an terhadap pendek. Hasil persilangan antar Fl menghasilkan tanaman F2 yang jumlahnya 787 tanaman ,tinggi dan 277 tanaman pendek, suatu perbandingan yang mendekati 3 : 1. Analisis selengkapnya dapat dilihat pada bagan persilangan di bawah ini
  4. Cara Mencari Keturunan F1 sampai F2 pada Persilangan Dihibrid ( hukum Mendel 2 ) Persilangan menurut Hukum Mendel II. Jika disilangkan antara tanaman berbiji bulat kuning dengan tanaman berbiji kisut hijau, maka keturunan F1 dan F2 -nya dapat dijelaskan seperti berikut ini
  5. Contoh Soal Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Contoh soal monohibrid dan dihibrid. Jadi keturunan mangga berasa manis adalah 1/2 X 100% Berapa persenkah tanaman bergenotip tanaman tinggi berbuah masam dan tanaman rendah berbuah masam bila persilangan sampai F2? Jawab: Perbandingan fenotip pada dihibrib = Tinggi manis : tinggi masam.
  6. Berdasarkan hukum Mendel rasio fenotipe generasi F2 persilangan monohibrid adalah 3:1. 2. Adanya penyimpangan antara hasil yang didapat dari percobaan dengan hasil yang diharapkan secara teoritis
  7. Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan memperhatikan satu sifat beda. Generasi tetua atau induk dinamakan dengan P1 (parental pertama), kemudian hasil persilangannya dinamakan dengan hibrid dan diberi label sebagai generasi F1 (filial pertama)

Persilangan dihibrid adalah persilangan antara individu untuk 2 gen yang berbeda. Eksperimen Mendel dengan bentuk biji dan warna ercis adalah sebuah contoh dari persilangan dihibrid. Metode Punnett kuadrat menentukan rasio fenotipe dan genotipenya, metode ini pada dasarnya sama dengan persilangan monohibrid. Perbedaan utamanya ialah masing. Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh adalah : Tinggi : Pendek = 3 : 1 . Perbandingan Genotipe nya adalah : TT : Tt : tt = 1 : 2 : 1 b. Persilangan Monohibrid Intermediet Persilangan ini tidak seperti salah satu fenotip galur murni, tetapi mempunyai fenotipe diantara kedua induknya Contoh persilangan monohibrid dominan tak penuh (sifat intermediat) adalah persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dengan tanaman bunga pukul empat berbunga putih. Mendel menyilangkan tanaman bunga pukul empat berbunga merah (MM) dengan putih (mm) menghasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu. Data kelas pada monohibrid intermediet hasil percobaanya sesuai dengan nisbah hukum mendel karena nilai hitung yaitu 1,67 lebih besar daripada nilai pada tabel pada df3 ialah 7,82.dengan genotip yang domina ialah Mmuntuk dihibrid intermediet hasil yang didapatkan ialah sesuai dengan nisbah mendel karena nilai pada hitung yaitu14,58 lebih kecil.

Pewarisan Sifat : Persilangan Monohibrid, Intermediet, dan

SOAL IPA PEWARISAN SIFAT KELAS 9 SMSTR Hasil Persilangan Genotip Fenotip Rasio Genotip Rasio Fenotip MM Merah 1 1 Mm Merah muda 2 2 mm Putih 1 1 Dengan demikian perbandingan genotipe pada monohibrid intermediate adalah 1 : 2 : 1 Dan perbandingan fenotipenya adalah 1 : 2 : 1 Analisis kuantitatif Mendel pada tanaman F2 inilah yang terutam Data yang diperoleh pada percobaan persilangan monohibrid tergolong bagus. Berdasarkan hukum Mendel rasio fenotipe generasi F2 persilangan monohibrid adalah 3:1. Berdasarkan hukum Mendel rasio fenotipe generasi F2 persilangan dihibrid adalah 9:3:3:1. Data yang diperoleh pada percobaan persilangan dihibrid tergolong bagus Persilangan antara jantan dan betina pada ercis bersegresi sehingga ratio fenotifnya adalah tinggi, sedangkan keturunan F2 akan memisah dengan perbandingan fenotif yaitu tinggi : pendek = 3 : 1. Sedangakn ratio genotifnya adalah TT : Tt : t = 1 : 2 : 1., yaitu satu tumbuhan ercis homozigot, dan dua tumbuhan ercis heterozigot dan satu tumbuhan.

Mendel melakukan persilangan monohibrid atau persilangan satu sifat beda, dengan tujuan mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya. Keturunan yang dihasilkan pada perbandingan F 2 adalah 1:2:1. Secara sederhana dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa gen diwariskan dari induk atau orangtua kepada. Pada persilangan monohibrid terdapat test cross dan sifat intermediet. a. Test Cross Test cross adalah penyilangan individu yang ingin diketahui genotipenya dengan individu bergenotipe homozigot resesif. Hasil persilangan tersebut mempunyai dua kemungkinan sebagai berikut Rasio/perbandingan genotipe pada F2 = 1 : 2 : 1, sedangkan rasio fenotipenya = 3 : l. Persilangan Monohibrid Intermediat; Persilangan monohibrid intermediat adalah persilangan antara dua individu sejenis yang memperhatikan satu sifat beda dengan gen-gen intermediat 1. Bunga mawar merah tinggi disilangkan dengan bunga mawar putih pendek. Bila warna bunga bersifat intermediet dan tinggi tanaman bersifat dominan maka rasio keturunan kedua yang dihasilkan dari persilangan tersebut adalah . 2. Pada marmut, rambut hitam (HH) dominan terhadap rambut putih (hh). Rambut kasar (RR) dominan terhadap rambut halus(rr) Prediksi awal Mendel dalam hal ini akan menghasilkan rasio fenotipe generasi F2 adalah 3:1 seperti pada persilangan monohibrid. Namun, ketika Mendel menggolongkan keturunan F2 hasil yang diperoleh mendekati rasio 9:3:3:1 sesuai dengan hipotesis alternatif Mendel dimana kedua pangan alel bersegregasi secara bebas satu sama lain dan dapat.

Menurut hukum Mendel 1 di jelaskan bahwa rasio perbandingan fenotipe F2 adalah normal : mutan 3:1. Pada praktukikum ini data yang diperoleh sebesar 1,88 jika di bandingkan dengan tabel chi kuadrat menunjukan hasil tersebut lebih kecil dari (3,841). Hal ini membuktikan bahwa pada persilangan monohibrid ini tidak bertentangan dengan hukum Mendel 1 Jika perbandingan dengan fenotipe F 2 hasil persilangan monohibrid dan dihibrid berdasarkan hukum Mendel adalah 3:1 dan 9:3:3:1, penelitian lain menghasilkan perbandingan F 2 yang berbeda. Misalnya, 9:3:4, 12:3:1, dan 9:7 · Berdasarkan hukum Mendel rasio fenotipe generasi F2 persilangan monohibrid adalah 3:1. · Adanya penyimpangan antara hasil yang didapat dari percobaan dengan hasil yang diharapkan secara teoritis. · Chi-square test digunakan untuk mengevaluasi penyimpangan dari hasil percobaan

Fenotipe golongan darah Rh diatur oleh tiga pasang gen, yang diberi kode C/c, D/d, dan E/e. Gen yang berperan adalah kode D/d. Hanya genotipe d/d yang memberikan fenotipe Rh negatif, sedangkan genotipe D/D dan D/d memberikan fenotipe Rh positif. Faktor Rh juga diturunkan lewat persilangan genetik Mendel P ersilangan dihibrid merupakan persilangan antara dua individu dengan memperhatikan dua sifat beda. Persilangan dihibrid merupakan bukti berlakunya hukum Mendel II. Bunyi dari hukum Mendel II adalah gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan empat macam fenotipe dengan rasio perbandingan 9:3:3:1 Persilangan Monohibrid Intermediet Dengan demikian perbandingan fenotipe F2 pada persilangan dihibrid adalah bulat kuning : bulat hijau: keriput kuning : keriput hijau = 9 : 3 : 3 : 1. misalnya varietas tanaman jenis unggul hasil persilangan PB5, PB8, IR22, IR24, juga pada ternak, misalnya sapi Santa gertrudis, hasil persilangan sapi. Hasil persilangan dari ketujuh sifat yang diamati menunjukkan bahwa selalu diperoleh keturunan yang sifatnya seragam mengikuti salah satu tetua.Jadi persilangan ercis berbunga ungu dengan yang putih menghasilkan keturunan ercis berbunga ungu saja, walaupun dilakukan persilangan resiprok.Harus diingat bahwa saat itu belum ada informasi mengenai.

DIHIBRID OLEH: KELOMPOK II JEFRIANTA GINTING 1613010139 MUHAMMAD NAZRI ANHAR. Diulangi prosedur pada pengerjaan percobaan untuk monohibrid dominan, namun kali ini dianggap persilangan yang terjadi adalah intermediet. Jadi dari hasil persilangan MmNn >< MmNn akan didapatkan kemungkinan F1 berupa MMNN (merah batang tinggi), MmNN (pink batang tinggi), mmNN (putih batang tinggi), MmNn (pink batang sedang), MMNn (merah batang. Persentase individu warna merah yang muncul pada F1 adalah.. a. 100% c. 50% b. 75% d. 25% Pembahasan : Persilangan pada soal diatas adalah persilangan monohibrid dominan penuh(M=gen dominan warna merah, m= gen resesif warna putih) Monohibrid itermediet, dengan perbandingan fenotipe F2 adalah 1 : 2 : 1, dan perbandingan genotipe F2-nya adalah 1 : 2 : 1. B. Dihibrid (persilangan yang menghasilkan dua karakter yang berlainan), Mendel menemukan bahwa biji ercis bulat (B) dominan terhadap biji keriput (b) dan biji Kuning (K) dominan terhadap biji hijau (k)

4. Uji fenotipe F2 data percobaan tersebut untuk hipotesis hijau:kuning = 3/4:1/4. 5. Catat hasil pengamatan anda dalam Tabel B. Tabel B. Uji perbandingan fenotipe F2 percobaan monohibrid Mendel _____ No. Fenotipe Genotipe Hipotesis Pengamatan Harapan X2hitung _____ 1 Berdasarkan persilangan ini ternyata sifat merah tidak dominan penuh terhadap putih, melainkan bersifat intermediet (kodominan). 3) Back Cross (Persilangan Balik) Back cross adalah persilangan antara F1 dan salah satu parentalnya, baik yang bersifat homozigot dominan maupun homozigot resesif

Apa Perbedaan Persilangan Monohibrida dan Dihibrid

Bahagia itu adalah mereka yang bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mengkuawatirkan apa yg dipikirkan orang lain pada dirinya. Jumat, 29 April 2016. Persilangan satu sifat beda atau disebut juga persilangan monohibrid adalah persilangan yang dilakukan antara dua individu atau tanaman yang mempunyai perbedaan pada satu sifat. Dalam percobaannya mendel melakukan persilangan di antara kacang kapri yang berbiji halus dengan kacang kapri yang bijinya berkerut. Persilangan tersebut melibatkan kacang kapri dengan satu sifat beda yaitu tekstur biji Persilangan dihibrida yaitu persilangan dengan 2 sifat beda yang berhubungan dengan hukum Mendel II. Persilangan dihibrida dengan dominasi penuh menghasilkan perbandingan keturunan F2 = 9 : 3 : 3 : 1. Dari persilangan dihibrida tersebut memiliki 4 macam gamet yang terbentuk, memiliki 4 macam fenotip dan 9 macam genotip Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup 2.2 KOMPETENSI DASAR : Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup 7. INDIKATOR 1. Mendeskripkan materi genetik yang bertanggungjawab dalam pewarisan sifat (gen, kromosom) 2.Membedakan pengertian sifat dominan, sifat resesif dan sifat intermediet 3.Hukum penurunan sifat Mendel 9 11 Persilangan monohibrid dominan 12 Persilangan monohibrid intermediet 13 Persilangan dihibrid 14 genotip 15 fenotip 16 Filial (F) 17 Homozigot 18 heterozigot B. Tulis kembali catatan proses pengerjaan persilangan dibawah ini. 1. Persilangan Monohibrid dominan. Persentase genotip F2 = MM : Mm:mm =25 % : 50 % : 25 % Persentase fenotipe F2.

Persilangan dihibrid : pengertian dan contoh - Hisham

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Persilangan monohibrida adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda. Percobaan ini akan diujikan pada lalat Drosophila dengan maksud untuk membuktikan Hukum Mendel I. Pada kasus dominant penuh, keturunan yang didapat pada F2 akan menunjukkan perbandingan fenotip dominan dan resesif 3 : 1 atau perbandingan genotip 1 : 2 : 1 Persilangan dapat terjadi secara monohibrid, dihibrid, trihibrid bahkan polihibrid. Persilangan dihibrid yaitu persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda. Rasio fenotipe klasik yang dihasilkan dari perkawinan genotipe dihibrida adalah 9:3:3:1. Rasio ini diperoleh bila alel-alel pada kedua lokus memperlihatkan hubungan. Contoh Bagan persilangan monohibrid. Sifat Intermediet Siat intermediet adalah sifat keturunan yang dimiliki oleh kedua induknya. Contohnya adalah tanaman bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) galur murni merah (MM) disilangkan dengan galur murni putih (mm). Dari persilangan tersebut diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga merah muda F2 genotipe fenotipe BB bulat Bb bulat Bb bulat Bb kisut Rasio fenotipe bulat : kisut = 3 : 1 Cara cepat: Hasil perkawinan monohibrid (Bb x Bb) Rasio fenotipe = 3 : 1 Jawaban: B. 8. Pada perkawinan antara dua individu yang mempunyai satu sifat beda dengan dominasi penuh akan dihasilkan rasio genotipe a. 2 : 2 b. 3 : 1 c. 1 : 2 : 1 d. 1 : 3. Persilangan Monohibrid dalam hokum Mendel Rasio fenotip : angka-angka yang menunjukkan perbandingan sifat nampak pada keturunan [ F ] dari hasil persilangan. Ada beberapa macam persilangan monohybrid, antara lain : Rasio fenotip F2 adalah : Biji bulat : biji kisut = 3 : 1 = 75 % : 25 %

Genotip Dan Fenotip : Pengertian, Faktor, Persilangan dan

Dengan cara ini kita akan menemukan hasil persilangan pada F2 cukup hanya berdasar gametnya saja. Saya sengaja tunjukkan cara ini sebelum membahas bab Penyimpangan Semu Hukum Mendel. Dengan cara yang saya akan tunjukkan ini pembahasan bab tersebut bisa lebih cepat dan praktis. Rasio fenotif monohibrid adalah 3 : 1. Angka 3 itu muncul. persilangan dihibrid, persilangan monohibrid, hukum mendel II, hukum kombinasi bebas, hukum pemisahan alel, test cross adalah, bunyi hukum mendel II, Apa yang dimaksud dengan kombinasi bebas, pola fenotipe 9:3:3:

Laporan Akhir Praktikum Genetika Model Imitasi Ratio

Pada persilangan ini , gen untuk faktor Tinggi (T) dominan terhadap gen untuk faktor pendek (t). Maka Individu bergenotipe Tt (no. 2 dan 3) akan memiliki fenotipe tinggi. Perbandingan fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh adalah Contoh persilangan monohibrid dominan tak penuh adalah persilangan antara tanaman bunga pukul empat berbunga merah dengan tanaman bunga pukul empat berbunga putih. Mendel menyilangkan tanaman bunga pukul empat berbunga merah (MM) dengan putih (mm) menghasilkan individu F1 yang seragam, yaitu satu macam genotipe (Mm) dan satu macam fenotipe.

Pengertian dan Contoh Soal Persilangan Monohibrid Serta

Seperti telah diketahui, persilangan antara dua individu dengan satu sifat beda ( monohibrid) akan menghasilkan rasio genotipe 1:2:1 dan rasio fenotipe 3:1. Sementara itu, persilangan dengan dua sifat beda ( dihibrid) menghasilkan rasio fenotipe 9:3:3:1, hanya berlaku apabila kedua pasang gen yang mewarisi kedua pasang sifat tersebut masing. Persilangan monohibrid dengan kasus intermediet . tersebut telah dikemukakan oleh Mendel, contohnya perbandingan fenotipe F2 pada persilangan dihibrida = 9 : 3 : 3 : 1. Hasil persilangan pada F, induk jantan yang bermata putih mewariskan gen m pada anak betina, sedangkan induk betina yang bermata merah mewariskan gen M pada anak jantan.. - Ratio genotipe F2 adalah BB : Bb : bb = 1 : 2 : 1 - Ratio fenotipe F2 adalah Bulat : Keriput = 3 : 1 Persilangan Antara (Intermediet) Pada kenyataannya, tidak semua sifat menutupi sifat lain. Intermediet adalah sebuat gen bertemu lawan sifatnya menghasilkan sifat baru yang merupakan perpaduan dari keduanya Persilangan dihibrid merupakan persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda. Perbandingan fenotipe pada F2 adalah 9 : 3 : 3 : 1. Pada manusia, terdapat beberapa sifat dan penyakit yang bersifat menurun

Persilangan pada penyimpangan semu hukum Mendel - Türkish

b. F menunjukkan filiar (turunan), merupakan hasil persilangan dan parental. c. F1 menunjukkan turunan pertama. d. F2 menunjukkan turunan kedua. e. Intermediet adalah sifat gen yang tidak dominan dan juga tidak resesif atau sama kuat. f. Persilangan monohibrid adalah persilangan dua individu dengan satu sifat benda 1.Berdasarkan hukum Mendel rasio fenotipe generasi F2 persilangan monohibrid adalah 3:1. 2.Adanya penyimpangan antara hasil yang didapat dari percobaan dengan hasil yang diharapkan secara teoritis. 3.Chi-square test digunakan untuk mengevaluasi penyimpangan dari hasil percobaan

Laporan Praktikum Genetika Persilangan Dihibri

Persilangan monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda, keturunan akan diperoleh perbandingan 3:1, fenotipnya dapat sama tapi memiliki genotipe yang berbeda yang kemudian juga disebut dengan heterozigot contohnya normal dilambangkan dengan ++ (homozigot) atau +cu (heterozigot) dan lain sebagainya Persilangan Monohibrid Intermediet Perhatikan contoh : Tanaman Antihinum majus galur Murni merah (MM) disilangkan dengan galur murni putih (mm). Dari persilangan itu diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga merah muda . jika F1 ini ditanam dan diadakan penyerbukan dengan sesamanya, maka F2 menghasilkan tanaman berbunga merah, merah muda, dan.

Contoh Persilangan Monohibrid dan Dihibrid - Berpendidikan

Persilangan monohibrid dominan tidak penuh (intermediet) didapat hasil χ 2 perhitungan ≤ χ 2 tabel = 0,3 , 0,4 , 0, -1, dan 0,8 < 5,991, sehingga data yang diperoleh diterima, artinya data yang diperoleh sesuai dengan rasio yang diharapkan dan menerima Teori Mendel Hasil persilangan monohibrid Untuk generasi pertama (F1 = fillial 1) dari persilangan antar tetua yang beda sifat dihasilkan tanaman yang serupa dengan salah satu tetua Generasi F1 di-selfing untuk menghasilkan generasi F2 Pada F2 terdapat individu dengan sifat yang tidak ada pada F1. Tetapi serupa dengan tetua / parentnya Berdasarkan hasil di F1 dan F2 generasi, Mendel menduga bahwa setiap orang tua di silang monohybrid menyumbang satu dari dua faktor Unit dipasangkan ke setiap anak dan setiap kemungkinan kombinasi faktor unit ini memiliki kemungkinan yang sama. Pendekatan Persegi Punnett pada Persilangan Monohibrid Uji Hukum Mendel melalui simulasi monohibrid dengan rasio F 2 3:1 Tabel I. Analisis persilangan monohybrid, rasio fenotipe F 2 (3:1) untuk 80/100/120 kali pengambilan Kelas Observed (O) Expected (E) (O-E)2 (O-E)2/E AA ; Aa 60 Aa 20 Total 80 Ket : Kancing x untuk alel A, kancing Y untuk alel a

  • Mewarnai gambar tomat.
  • Gambar struktur bakteri.
  • Jual beli ukulele bekas.
  • Berikut ini termasuk pengolahan gambar vektor kecuali.
  • Dimanakah letak sumsum tulang belakang.
  • Harimau di gunung ciremai.
  • Makalah perang bali.
  • Binatangnya berleher panjang.
  • Aplikasi pengukur suhu udara online.
  • Harga tiket pesawat garuda ke jepang.
  • Gerobak soto madura.
  • Cara melihat hasil test pack.
  • 1 tahun cahaya berapa sekon.
  • Mayonaise rendah lemak dan kalori.
  • Laporan pendahuluan osteokondroma.
  • Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif pdf.
  • Pajak nissan xtrail 2005.
  • Istri istri raja salman.
  • Rottweiler sifat siaga.
  • Mpasi ikan kembung 6 bulan.
  • Tokoh alkitab yang melakukan modernisasi secara bertanggung jawab.
  • Batu emas putih mentah.
  • Nazla petshop medan kota medan, sumatera utara.
  • Vivo baterai 4000 mah.
  • Macam macam globe.
  • Download buku sejarah islam gratis pdf.
  • Bagaimana cara menjaga keberagaman budaya bangsa.
  • Cara membuat model sel tumbuhan dari styrofoam.
  • Kelebihan dan kekurangan media gambar menurut para ahli.
  • Kelebihan dan kekurangan bmw 320d.
  • Peta kerajaan kediri.
  • Contoh judul artikel populer.
  • Listrik pasca bayar adalah.
  • Sejarah sejarah dunia.
  • Gejala dan bahaya tiroid.
  • Yang termasuk latihan kekuatan dengan beban adalah.
  • Harga jam tangan breitling 13048.
  • Ibu bapa upin ipin.
  • Gambar simpang lima gumul kediri.
  • Magnesium sulfate anhydrous.
  • Makanan katak pohon.